Psikodiagnostika 2: Observasi Tingkatan Ekspresi Emosi Positif Dan Negatif Pada Bayi Usia 6 Bulan

Penulis:     Lailatul Faizah  15509489,

Photo by:  Julita Widyasaditrie  15509642

I. Latar Belakang Masalah

Ekspresi emosi dari sedih sampai tersenyum sudah ada sejak awal kehidupan manusia. Ada ekspresi positif seperti tersenyum dan tertawa, dan ada emosi negatif seperti sedih, marah, dan takut. Penelitian observasi ini mencoba membuktikan bahwa ekspresi emosi positif dan negatif pada bayi mempunyai tingkatan kuat dan lemah. Dimana emosi positif yang kuat sering muncul pada bayi ketika mereka menghadapi situasi yang menyenangkan seperti berdekatan dengan orang tuanya. Sedangkan emosi negatif yang kuat muncul ketika mereka mengalami situasi yang tidak menyenangkan seperti berjauhan dengan orang tuanya.

II. Landasan Teori

Ada sebuah teori yang dominan mengatakan bahwa ada beberapa ekspresi emosi dasar yang muncul sejak awal kehidupan manusia, seperti ekspresi emosi kebahagiaan dan kesedihan. ( Ekman dalam Messinger, 2002). Pada bayi, Ekspresi emosi sedih dapat dikatakan sebagai ekspresi emosi negatif yang agak sulit untuk mengetahui ciri-cirinya. Hal itu disebabkan bayi cenderung menangis ketika merasakan emosi negatif baik itu marah, sedih, ataupun takut sehingga kadang bercampur-baur (Camras dalam Messinger 2002).  Sedangkan ekspresi emosi positif seperti bahagia misalnya, sangat mudah dikenali cirinya oleh siapapun. (Ekman dalam Messinger, 2002).

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ekspresi emosi bersifat universal. Ekspresi sedih akan tampak ketika ujung alis tertarik ke atas, sedangkan bagian tepi luarnya ke bawah. Begitupun kedua ujung bibir membentuk lengkungan ke bawah. Semakin kuat rasa sedih, semakin tampak jelas kedua tanda ekspresi ini. Dan semakin kecil rasa sedih, kedua tanda ini terlihat samar atau hanya muncul satu tanda. (Ekman, Friesen, & Hager, 2002). Biasanya bayi menunjukkan ekspresi emosi sedih ketika berjauhan dengan orang yang sangat lekat padanya misalnya ibunya. (Bowlby dalam Papalia, Olds, & Feldman, 2009).

Lebih lanjut pada emosi positif biasanya ditandai dengan bibir yang membentuk lengkung senyuman. Ada beberapa tipe senyuman yang mengindikasikan tingkatan emosi positif seseorang. Senyuman yang sangat kuat ditandai dengan mulut yang terbuka dengan adanya otot pipi yang tertarik ke atas diikuti dengan aktivitas otot mata. Sedangkan senyuman yang tidak disertai adanya aktivitas otot pipi dan mata biasanya untuk berinteraksi sosial atau untuk menyembunyikan emosi yang sesungguhnya ( Ekman, Friesen, & Hager, 2002).

Sebuah penelitian pada bayi menunjukkan bahwa senyuman bayi umur 10 bulan yang diikuti tertariknya otot pipi ke atas muncul sebagai reaksi karena Ibunya tersenyum kepadanya, sedangkan senyuman yang tidak diikuti otot pipi dan mata yang tertarik muncul sebagai reaksi karena adanya pendekatan yang selain orang tuanya ( Fox & Davidson dalam messinger, 2002). Penelitian yang lain menyebutkan bahwa bayi yang berusia 6 bulan menunjukkan senyuman yang disertai mulut yang terbuka dan diikuti aktivitas otot pipi dan otot mata saat Ibunya tersenyum (Messinger, 2002).

III. Pelaksanaan Observasi

Dalam rangka memenuhi tugas observasi mata kuliah psikodiagnostik II, kami melakukan observasi tentang Tingkatan Ekspresi Emosi Positif dan Negatif Pada Bayi Usia 6 Bulan. Observasi ini kami lakukan dua hari yaitu pada hari sabtu, 22 Oktober 2011 dan pada hari selasa, 25 Oktober 2011 bertempat di dalam kamar Ibu subjek. Subjek bernama Syifaralya Latifa Karim yang saat ini baru menginjak usia 6 bulan. Subjek merupakan puteri pertama dari Ibu Julita Widya Safitrie dan Bapak Alfin Febrian Karim yang berdomisili di Sawangan, Depok.

IV. Hasil Observasi

A. Setting

Tempat pelaksanaan observasi berada di kamar subjek yang bernuansa cat hijau toska. Ada lukisan canvas bergambar ikan koi dan 1 foto pre-wedding di dinding. Persis di depan tempat tidur terdapat Televisi Merk sharp. Tempat tidur subjek dilapisi sprei yang berwarna biru motif bunga. Di tempat tidur subjek ada perlak yang bertulis lovely baby, ada selimut bayi dan bantal yang bergambar beruang. Di lantai ada car seat warna biru.

B. Ekspresi Emosi Positif

Gb 1

Gb 2

Gb 3

1. Gambar pertama diambil pada hari pertama observasi, subjek merespon kedatangan orang lain yang dikenal subjek dengan ekspresi emosi positif yang tidak terlalu kuat. Tidak ada pipi yang tertarik ke atas, hanya otot mata kiri subjek yang beraktivitas. Namun, mulut subjek terbuka saat tersenyum.

2. Gambar ke dua diambil pada hari ke dua observasi, saat Ibu subjek baru saja pulang kuliah. Subjek menunjukkan ekspresi emosi positif yang kuat. Subjek tersenyum lebar dengan mulut sedikit terbuka dengan diikuti pipi yang tertarik ke atas dan adanya aktivitas otot mata bawah. Tangan subjek tertarik ke depan seperti meminta gendong. Pada gambar ke tiga, subjek menunjukkan ekspresi emosi positif yang sangat kuat ketika ditaruh di car seat dan diajak bermain oleh Ibunya.

A. Ekspresi Emosi Negatif

Gb 4

Gb 5

1. Masih pada hari kedua observasi, Ibu subjek menaruh kembali subjek di sisi kiri tempat tidur. Subjek ditinggalkan sendirian di kamar dengan kamera pengambil gambar yang telah di setting otomatis. Subjek tampak menunjukkan ekspresi emosi negatif yang kurang kuat dengan bibir bawah menekan bibir atas dan kedua unjung bibir membentuk lengkungan. Namun tidak ada aktifitas otot dahi.

2. Teman Ibu subjek yang berbaju merah motif putih dan tidak pernah dilihat subjek sebelumnya masuk ke kamar dan menggendong subjek. Subjek tampak menunjukkan ekspresi emosi negative yang kuat dengan bentuk bibir yang melengkung ke bawah disertai gelembung-gelembung air liur serta aktivitas otot dahi yang berkerut. Di sini seperti ada percampuran antara emosi sedih dan takut.

Referensi:

Ekman, P., Friesen, W. V., & Hager J. C. (2002). Facial Action Coding System: The Manual. SLC: Research Nexus division of Network Information Research Corporation.

Messinger, D. S. (2002). Positive and negative: Infant facial expressions and emotions. Current Directions of psychological science Journal. Vol 11 No 1, 1-3. Florida: Blackwell Publishing Inc.

Papalia, D. E., Olds. S. W., & Feldman. D. P. (2009). Human development. New York: Mc Graw Hill.

Popularity: 7% [?]

Share
This entry was posted in Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco