Internet dan Psikologi: Hubungan Cinta Online

Tugas Softskill

Penulis: Lailatul Faizah NPM: 15509489 Kelas: 2PA01

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa internet merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat modern. Tingkat penggunanyapun semakin tinggi dan beragam mencakup semua kalangan dan usia. Mulai dari kalangan anak-anak sampai manula sudah tidak asing lagi dengan layanan yang satu ini.

Internet membuat dunia nyata yang sedemikian luasnya menjadi dunia virtual yang jauh lebih sempit. Internet membuat hubungan sosial antar negara yang dahulu hanya dapat dijangkau dengan surat-menyurat menjadi lebih mudah dan lebih mengesankan hanya dengan sekali sign in. Karena itulah, tidak jarang kita temukan dua orang yang berkenalan lewat dunia maya walau hanya sekali dua kali mengobrol atau istilahnya mengobrol langsung cocok.

Mengapa? Karena bahasa tulisan itu lebih mengesankan, lebih kuat terekam oleh memori otak, dan ditambah dengan gambar-gambar menarik menambah kesan tersendiri daripada bahasa offline ketika bertemu langsung. Padahal, tidak sedikit gambar-gambar tersebut tidak sesuai dengan aslinya. Banyak dari pengguna jejaring sosial dan fitur chatting internet ini memasang profil menipu di account-nya. seringkali lebih menarik dibandingkan aslinya. Karena itulah terkadang kehidupan internet disebut juga kehidupan imajiner. Dan memang, semua yang diimajinasikan oleh otak selalu lebih indah daripada kenyataan.

Dalam kaitannya dengan psikologi, internet dan fiturnya jika tidak disikapi dengan bijak akan menimbulkan konflik yang mempengaruhi jiwa pengguna internet, teman virtualnya, dan lingkungan sekitarnya. Siapa yang menjamin bahwa teman-teman virtual mereka itu memang benar-benar baik? benar-benar mencintai dengan tulus? Siapa yang bisa menjamin bahwa mereka itu hanyalah penculik gadis remaja berkedok ustadz? Ingat, di internet, kau bisa berpura-pura menjadi apapun. Menjadi penipu, artis cantik, menjadi pria romantis nan ganteng, menjadi seniman yang baik budi, atau berpura-pura menjadi hantu sekalipun.

Tidak heran jika kemudian para orang tua dihebohkan oleh anak putrinya yang tiba-tiba menghilang bersama teman virtual romantisnya yang hanya dikenalnya beberapa hari. Begitulah hubungan cinta online. Penuh dengan rasa penasaran, kesan yang mendalam, romantisme yang berlebihan, akan tetapi seringnya malah menimbulkan penyesalan di kemudian hari karena berbenturan dengan realitas.

Para orang tua yang berusaha memahami dan mengarahkan kondisi psikologis anak mereka ke arah yang positif dengan berusaha mempelajari internet dan fiturnya, patut diacungi jempol.

Popularity: 2% [?]

Share
This entry was posted in Indonesia and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco