Sebenarnya saya menghindari untuk menulis ini. Tapi apa boleh buat, tangan saya gak tahan pengen nulis, hanya gara-gara program-program TV yang akhir-akhir ini menyiarkan topik yang menjebak. Saya ambil contoh program S***T di R**I yang nongol tiap siang itu. Yang dulunya ngomongin mistis, lalu bertransform jadi ngegosip, dan akhir-akhir ini gencar ngomongin miracle alias keajaiban, serta mengait-ngaitkannya dengan agama x. Dari mulai batu yang melayang, langit dengan tulisan tertentu di awan, sampai keajaiban bangunan yang ada makhluk kasat mata tertentu bergentayangan.
Tidak hanya di TV, di internet pun berjibun hal yang serupa. Dari Mesir, Malaysia, sampai Eropa pada ramai memperdebatkan dan berteriak-teriak betapa hebatnya agama x mereka, yang agama y pun gak mau kalah. Dari adu keajaiban-keajaiban yang mereka klaim, sampai pada taraf menghina satu sama lain. Sedikit saja kagak setuju, pasti dah langsung bawa-bawa nama binatang, nama suku tertentu, dan Negara tertentu. Yeah, internet war!
Karena saya sudah berjanji tidak akan menyinggung agama tertentu di internet, jadi saya akan berusaha menulis senetral mungkin. Jika ada yang merasa tersinggung, mohon diluruskan.
Saya mengerti bahwa trend keajaiban, penemuan ilmiah dan keterkaitannya dengan kitabnya merupakan kabar yang sangat menggembirakan untuk umat pemeluk agama x ini. Diharapkan, iman mereka akan semakin meningkat. Tapi menurut saya, trend semacam ini sesungguhnya malah menjebak!!! Keajaiban tidak akan membuat orang-orang ahli science percaya dan memeluk agama x begitu saja. Malah jika keajaiban-keajaiban itu terbukti hoax, dan sangat bertolak belakang dengan ilmu yang mereka kuasai, orang akan menertawakan agama, kitab, dan pemeluk agama x tersebut.
Dalam perdebatan yang bahkan tidak ada kaitannya dengan agama pun, sering sekali kita membaca beberapa orang yang terpojok akan memberikan foto-foto ajaib yang asal mereka comot di internet, serta tak lupa mempromosikan nama agama mereka. Mereka pikir, mereka berhasil membungkam lawan-lawan diskusinya? Nah! They don’t!
Bayangkan saja jika saya pemeluk agama Tianshi misalnya, kebetulan anda juga penganut agama yang sama, lalu dengan semangat tiba-tiba saya berkata: Lihat, saudara seimanku! Betapa hebatnya kitab Plan kita ini, Nabi Louis telah mengajarkan orang untuk menjadi the real businessman yang penuh kekeluargaan! Kita akan dapat mercy dalam waktu 1 tahun tanpa perlu kerja keras!
Saya harap anda akan berkata: “Hey, teman, dengarlah, The real businessman yang sebenarnya adalah pemilik Tianshi orang China sono, kita ini cuma dalam tahap belajar bisnis. dan jika penuh kekeluargaan, kenapa banyak yang akhirnya berseteru dengan keluarganya sendiri? Faktanya, banyak yang gak dapat mercy dalam waktu setahun meski telah benar-benar menjalankan kitab plan Tianshi. Semakin tinggi pangkat, semakin keras usahanya!! Membicarakan hal-hal yang berlebihan hanya akan membuat kita terlihat bodoh dan tidak berpendidikan di depan orang lain! Tolong, berhentilah! Untuk dapat mercy itu sangat sangat susah!!”.
FYI, saya anti MLM. Ilustrasi di atas hanya contoh saja, silahkan ganti kata yang dibold dengan agama, Nabi, dan Kitab anda, dan modifikasi dengan keajaiban-keajaiban yang selama ini sering anda dengar, dan bantahannya dari para ahli sehingga menjadi hoax. Toh jika terbukti hoax, hal itu gak akan membuat anda berpaling dari agama anda dan memeluk agama lain bukan??? Jangan sampai anda memeluk suatu kepercayaan hanya karena lebih banyak cerita-cerita keajaibannya. Jangan sampai meninggalkan kepercayaan hanya karena kitab anda ternyata bertolak belakang dengan IPTEK.
Karena pada suatu saat nanti sebuah teori bisa terbantahkan oleh teori lain. Dan jika saat ini sebuah penemuan dianggap sesuai dengan apa yang terdapat dalam kitab suci anda, jangan salahkan kitab suci anda jika di kemudian hari penemuan tersebut dianggap salah karena adanya penemuan baru.
Kitab agama bukanlah jurnal ilmiah, bukan pula buku IPTEK, But It’s just a matter of faith.
Jadi kurangilah mengait-ngaitkan keduanya.
Food for thought.
Popularity: 8% [?]


masak sekrang masih ada sie…org yg memeluk agama hanya krn terpengaruh cerita2 tentang keajaiban?kalo masih ada kok yo cethek bgt pikirane..
agama kan persoalan kenyamanan….
kalo bahasa nya sastrawan… agama no spiritualitas yes!
;D
Tul banget Dif… Lebih cethek lagi yang nyebarin agama pake gituan di tipi. Koq kayaknya desperate banget..

Keajaiban sebenarnya adalah perilaku yang baik. And…You’re the example……
BTW, masih banyak koq Dif, yang punya kepercayaan dan pindah kepercayaan gara2 keajaiban.
Their belief is too weak…. Hmmm…..
Kamu coba ketik Riaz ahmed Gohar di google, pengikutnya buaaanyak sekali….. Hanya gara-gara wajahnya ada di bulan…
Kalau menurut saya sich …agama adalah pandangan hidup yang hakiki untuk setiap orang yg memeluk agamanya masing2…terlepas dari keanehan dan keajaibannya
Yeah, betul itu… Keajaiban2 selama ini seharusnya gak mengurangi atau menambah rasa yang hakiki itu…